Pemda Manokwari Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / WABUP MUGIYONO DI MAULID NABI 2026: TELADANI RASULULLAH UNTUK PERKUAT KERUKUNAN DI MANOKWARI

WABUP MUGIYONO DI MAULID NABI 2026: TELADANI RASULULLAH UNTUK PERKUAT KERUKUNAN DI MANOKWARI

MANOKWARI, JENDELABERITA.com— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah / 2026 Masehi di Kabupaten Manokwari berlangsung khidmat. Wakil Bupati Kabupaten Manokwari, H. Mugiyono, S.Hut., M.Ling., yang hadir langsung memberikan sambutan penting, mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum ini sebagai refleksi nyata untuk memperkuat persatuan, kerukunan, serta karakter bangsa di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

Acara keagamaan yang sarat makna ini dipusatkan di Halaman Masjid Fasharkan TNI AL Manokwari pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Dalam pidatonya, Wabup Mugiyono menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremoni tahunan belaka. Lebih dari itu, masyarakat diajak untuk kembali mengenang perjalanan hidup, perjuangan, hingga akhlak mulia Nabi Besar Muhammad SAW dari masa ke masa.

“Beliau adalah sosok yang mengajarkan kepada umat manusia tentang kesabaran, kasih sayang, persaudaraan, keadilan, serta pentingnya membangun kehidupan yang damai dan penuh keberkahan,” ujar Mugiyono di hadapan para jemaah dan tokoh masyarakat yang hadir.

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 6,46 Persen, Wagub Ingatkan Tantangan Hilirisasi dan Sektor Kerakyatan

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari guna merawat kebersamaan di tengah keberagaman suku, agama, dan golongan yang ada di Manokwari.

Fondasi Keagamaan dan Pembangunan Berkarakter

Pemerintah Kabupaten Manokwari, lanjut Mugiyono, memandang kehidupan beragama sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun daerah. Karena itu, pihak pemerintah berkomitmen untuk terus membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah dan kehidupan keagamaan dengan aman dan damai.

Ia menegaskan, visi besar pemerintah adalah menjadikan Manokwari sebagai daerah yang tidak hanya maju dari sisi pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga kuat dalam aspek sosial, spiritual, moral, serta kebudayaan.

Lebih lanjut, Mugiyono merinci empat pilar karakter utama yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang harus diimplementasikan dalam tata kelola pemerintahan dan kehidupan masyarakat:

Gandeng Insan Pers di Papua Barat, LPS Perkuat Peran Strategis Media Sebagai Jembatan Informasi Publik

  • Kejujuran, yang menjadi fondasi dasar terciptanya pemerintahan yang baik.

  • Amanah, sebagai landasan kuat dalam memikul setiap tanggung jawab publik.

  • Keadilan, yang harus menjadi pedoman utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

  • Semangat Persaudaraan, sebagai kekuatan utama dalam merawat persatuan di tengah keberagaman.

Perkuat Tiga Pilar Ukhuwah dan Perhatian pada Generasi Muda

Tabungan Aman dan Dijamin LPS? Kenali Syarat 3T dan Batas Maksimal Rp2 Miliar

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga mengajak seluruh umat Muslim di Manokwari untuk memperkuat tiga pilar persaudaraan, yakni ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan).

“Manokwari adalah rumah kita bersama. Kedamaian dan kerukunan yang telah kita bangun dengan susah payah harus terus kita rawat sebagai modal utama pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menitipkan pesan penting kepada para orang tua, guru, pendidik, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat agar memberikan perhatian serius terhadap pembentukan karakter generasi muda. Generasi penerus bangsa dinilai wajib dibekali dengan ilmu pengetahuan yang luas, keimanan yang kokoh, akhlak terpuji, serta rasa cinta yang tinggi terhadap daerah dan bangsa.

Menutup arahannya, Wabup Mugiyono menyampaikan apresiasi tinggi kepada Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Manokwari serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara peringatan Maulid Nabi tahun ini.

Ia berharap kegiatan religius semacam ini terus memberikan dampak positif yang nyata dalam meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat solidaritas sosial, serta merawat kedamaian di Bumi Kasuari.(JB-01)