MANOKWARI, JENDELABERITA.com — Sebanyak 83 jemaah haji asal Kabupaten Manokwari akhirnya kembali ke tanah air dalam keadaan selamat dan resmi diserahkan kembali kepada pihak keluarga. Penyambutan kepulangan jemaah musim haji 1447 Hijriah / 2026 Masehi ini dipusatkan di Aula Sasana Karya Kantor Bupati Manokwari, Selasa (18/8/26).
Acara penyambutan berlangsung penuh haru dan khidmat, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, S.Hut., M.Ling., didampingi Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Manokwari, Abdul Safar Ollong, serta unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Wabup Mugiyono menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada seluruh jemaah atas tuntasnya rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Manokwari dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan selamat datang kembali di tanah Manokwari. Perjalanan menunaikan ibadah haji bukanlah perjalanan biasa, di dalamnya sarat akan perjuangan, pengorbanan, kesabaran, ketulusan, serta kekuatan iman,” ujar Mugiyono.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Manokwari, Abdul Safar Ollong, dalam laporan resminya memaparkan bahwa total kuota awal jemaah haji Manokwari berjumlah 88 orang. Namun, setelah dikurangi 5 jemaah yang melakukan mutasi antarprovinsi, total jemaah yang sukses diberangkatkan berjumlah 83 orang (30 laki-laki dan 53 perempuan).

Ia menegaskan, seluruh pembiayaan mulai dari akomodasi, transportasi keberangkatan, hingga kepulangan ditanggung sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Manokwari. Rombongan jemaah tercatat tiba di Debarkasi Makassar pada 20 Juni lalu sebelum kembali ke Manokwari pada 26 Juni 2026.
Pada kesempatan yang sama, Wabup Mugiyono juga memberikan kabar baik terkait estimasi keberangkatan tahun depan. Berdasarkan data awal, kuota calon jemaah haji Manokwari untuk tahun 2027 diprediksi mengalami peningkatan menjadi lebih dari 110 orang.
Pemerintah daerah berharap para jemaah yang baru kembali dapat menjaga predikat haji dan hajah mabrur, serta menjadi teladan dalam merawat persatuan, kerukunan, dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Manokwari.(JB-01)


