MANOKWARI, JENDELABERITA.com – Dinamika keamanan di wilayah hukum Polresta Manokwari dinilai memiliki kompleksitas yang cukup tinggi. Sebagai ibu kota provinsi, Manokwari menjadi pusat aktivitas pemerintahan, ekonomi, dan mobilitas masyarakat yang menuntut pengawasan ekstra dari aparat kepolisian.
Kapolresta Manokwari, Kombes Pol Ongkhy Isgunawan, S.I.K., menegaskan bahwa posisi Manokwari merupakan barometer utama bagi keamanan di Provinsi Papua Barat. Kondisi ini membuat tantangan yang dihadapi Polresta Manokwari menjadi lebih menantang dibandingkan wilayah lainnya.
“Manokwari merupakan barometer daripada Provinsi Papua Barat. Kita sebagai ibu kota provinsi, dan memang juga Kamtibmas-nya tergolong tinggi,” ujar Kombes Pol Ongkhy Isgunawan.
Menurut Kapolresta, terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi intensitas Kamtibmas di Manokwari:
Pusat Perekonomian: Mobilitas masyarakat yang sangat tinggi sebagai pusat ekonomi provinsi memicu dinamika sosial yang kompleks.
Tingkat Kriminalitas: Beragam tindak pidana, mulai dari pelanggaran hukum hingga gangguan Kamtibmas lainnya, menuntut kesiapsiagaan penuh aparat di lapangan.
Lalu Lintas: Masalah pelanggaran lalu lintas maupun kecelakaan lalu lintas (laka lantas) menjadi salah satu sorotan utama yang frekuensinya tergolong tinggi.
Kombes Pol Ongkhy pun berpesan kepada pejabat baru yang baru saja dilantik untuk segera beradaptasi dengan karakteristik wilayah Manokwari. Meski beberapa perwira mungkin memiliki latar belakang tugas dari kabupaten lain, ia optimistis transisi ini akan berjalan lancar karena karakteristik wilayah yang relatif serupa.
“Saya harapkan pejabat yang baru ini bisa segera menyesuaikan. Hanya mungkin intensitasnya maupun aktivitas masyarakat di Manokwari lebih tinggi dan lebih ramai,” pungkasnya.
Polresta Manokwari kini terus mengoptimalkan langkah antisipatif agar situasi Kamtibmas tetap kondusif, demi menjaga stabilitas pembangunan di Ibu Kota Provinsi Papua Barat.


