Peserta Jkn Berikan Apresiasi Layanan Kesehatan Dalam Program Jkn.

MANOKWARI, JENDELABERITA.COM - BPJS Kesehatan terus berupaya memberikan pelayanan
kesehatan secara maksimal, salah satunya dengan memberikan kemudahan akses
layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebagai bagian
dari Program JKN, BPJS Kesehatan juga menyediakan berbagai layanan melalui
sistem yang terstruktur dan juga berjenjang. Sistem ini dirancang untuk
memberikan akses layanan kesehatan yang terjangkau dan merata bagi seluruh masyarakat di Indonesia.
Selama satu dekade, Program JKN telah membantu jutaan
masyarakat dalam memberikan perlindungan jaminan kesehatan bagi peserta JKN. Kemudahan
akses saat berobat juga sangat penting untuk dilakukan agar peserta bisa
mendapatkan layanan kesehatan dengan mudah dan cepat.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, dr. Dwi Sulistyono
Yudo menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan berusaha untuk memberikan layanan
kesehatan yang adil dan terjangkau melalui fasilitas kesehatan yang tersebar
diberbagai wilayah dengan pengelolaan yang sistematis dan terintegrasi.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan
dengan memastikan alur layanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan prosedur
yang berlaku, seperti mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP)
terlebih dahulu misalnya puskesmas, klinik atau dokter keluarga yang bekerja
sama dengan BPJS Kesehatan. Kemudian jika peserta membutuhkan pelayanan
kesehatan lanjutan, maka akan dirujuk ke rumah sakit oleh dokter umum di FKTP
sesuai dengan indikasi medis. Namun jika kondisi pasien gawat darurat, maka
bisa langsung ke IGD rumah sakit yang juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,”
pungkas Dwi.
Lebih lanjut Dwi juga menjelaskan mengenai inovasi digital
layanan kesehatan dalam meningkatkan tingkat kepuasan peserta JKN. Dalam hal
ini, BPJS Kesehatan menyediakan kanal-kanal layanan non tatap muka yang bisa
diakses dengan mudah oleh peserta JKN.
“Untuk kanal layanan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan
baik secara tatap muka atau non tatap muka kini bisa diakses dari mana saja dan
kapan saja seperti Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA), Aplikasi
Mobile JKN, Care Center 165, dan BPJS Kesehatan Online. Melalui kanal layanan
ini peserta dapat melakukan beberapa hal seperti mengecek status kepesertaan,
mencari lokasi faskes terdekat yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,
melakukan perubahan data kepesertaan, melakukan pendaftaran antrian online,
mengecek iuran BPJS, hingga melakukan pengaduan jika ada hal-hal yang tidak
sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan.” Jelas Dwi.
Dwi juga menambahkan bagi peserta JKN yang hendak berobat
kini tidak perlu repot-repot untuk menyiapkan berkas kelengkapan administrasi.
Ia mengatakan jika kini peserta bisa berobat cukup menggunakan Nomor Induk
Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Selain dari kanal-kanal layanan non tatap muka yang
dihadrikan untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan, kini saat berobat cukup
menggunakan NIK untuk proses administrasi sehingga peserta tidak perlu khawatir
dengan dokumen lain. Petugas dari fasilitas kesehatan yang terhubung dengan
BPJS Kesehatan akan langsung memverifikasi data peserta dengan sistem
elektronik. Hal ini sangat membantu, pasalnya peserta tidak perlu menunggu
waktu lama untuk proses administrasi. Namun perlu untuk dipastikan terlebih
dahulu status kepesertaan JKN nya harus aktif untuk memudahkan proses
selanjutnya,” ujar Dwi.
Kehadiran program JKN juga dirasakan manfaatnya oleh salah
satu peserta JKN, Sulistiyanto
Istifarulah. Ia mengatakan bahwa pelayanan BPJS Kesehatan kini semakin baik dan
luar biasa pelayanannya, dan ia sering menggunakan BPJS Kesehatan terutama saat
berobat.
“Kami
memang sering menggunakan BPJS Kesehatan, khususnya istri saya. Waktu itu istri
saya menjalani rawat inap hingga operasi karena sakit. Istri saya juga sedang
menjalani pengobatan saraf terjepit. Dan ternyata dengan menggunakan BPJS
Kesehatan sangat membantu karena untuk aksesnya cukup mudah dan tidak sulit,”
ucapnya
Sulistiyanto
juga menyebutkan fasilitas yang didapatkan ketika menjalani pengobatan sangat
memadai, sehingga ia merasa nyaman dan tidak perlu khawatir saat sedang dirawat
inap. Ia juga menambahkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh dokter dan
perawat sangat mumpuni dan cekatan dalam membantu setiap proses pengobatan.
“BPJS Kesehatan sangat membantu kami, bahkan ketika dirawat
inap kami pernah naik kelas dari kelas 1 ke VIP. Saya langsung bertanya saat di
pembayaran dan katanya masih tercover oleh BPJS Kesehatan dan kami tidak
mengeluarkan biaya sama sekali,” ujarnya.
Di akhir kesempatan, Sulisiyanto memberikan apresiasi dan
rasa terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah membantu memberikan
kemudahan akses pelayanan kesehatan bagi dirinya dan keluarga. Ia berharap agar
seluruh masyarakat di Indonesia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang
efektif dan efisien.
“Harapan saya kedepannya, BPJS Kesehatan senantiasa
memberikan pelayanan prima yang terbaik dan kiranya BPJS Kesehatan selalu
menjadi kepercayaan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat
Indonesia,” tutupnya.
MANOKWARI, JENDELABERITA.com - Sekitar seratusan orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa, Rabu (29/1/2025) sore, mengemper di Atrium Lantai Dasar Manokwari City Mall (MCM). Mereka duduk di lantai untuk menunggu kehadiran Barongsai yang menurut rencana akan menggelar pertunjukan pada pukul 16.00 WIT.
Manokwari, Jamkesnews – Dalam rangka meningkatkan akurasi data dan kepatuhan pembayaran iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Manokwari menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Rekonsiliasi Data dan Iuran bagi Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), Tenaga Honorer, dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Provinsi Papua Barat Tahun 2025, Kamis (23/01/25).
Acara ini dihadiri oleh sekitar 26 satuan kerja, yang menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung kesuksesan Program JKN. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas program dan meningkatkan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Pejabat Pengganti Sementara (Pps) Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, Ria Pasauran, dalam sambutannya menjelaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memastikan seluruh tenaga kerja yang didanai oleh APBN terdaftar dan aktif sebagai peserta JKN.
“Kami terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin memberikan pemahaman mendalam kepada para peserta mengenai proses pendaftaran, tata kelola administrasi, serta mekanisme pembayaran iuran yang sesuai dengan aturan. Selain itu, rekonsiliasi data sangat penting untuk memastikan tidak ada tenaga kerja yang terlewat dalam sistem kepesertaan JKN,” ujar Ria, Senin (22/01).
Kegiatan ini mencakup penjelasan rinci tentang Program JKN bagi PPNPN, Tenaga Honorer, dan PPPK, meliputi alur pendaftaran sebagai peserta JKN, kewajiban pembayaran iuran, tata cara pelaporan data, serta pengenalan fitur-fitur dalam Aplikasi Mobile JKN. Para peserta juga diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya rekonsiliasi data sebagai langkah untuk mencegah potensi kesalahan yang dapat memengaruhi status kepesertaan JKN
"Pada kesempatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada peserta, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan akurasi data dan kepatuhan pembayaran iuran. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap seluruh pihak yang terlibat dapat lebih memahami proses administrasi dan pentingnya rekonsiliasi data," ujar Ria.
Diakhir sambutan Ria mengatakan BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dalam pengelolaan kepesertaan JKN. Dengan dukungan semua pihak, ia optimis Program JKN dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi tenaga kerja honorer dan PPPK yang ada di Papua Barat.
Salah satu peserta kegiatan, Chaerani Basri dari instansi Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Kabupaten Manokwari, menyampaikan pengalamannya mengikuti kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memahami prosedur administrasi yang benar, terutama terkait pembayaran iuran. Dengan adanya rekonsiliasi data, kami jadi lebih yakin bahwa seluruh tenaga kerja sudah terdaftar dan tidak ada yang terlewat. Penjelasan yang diberikan juga sangat jelas dan mudah dipahami,” ungkap Chaerani.
Dalam sesi diskusi juga Chaerani mengatakan peserta juga diberi kesempatan untuk mengenal lebih jauh manfaat teknologi digital yang disediakan oleh BPJS Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN.
"Aplikasi Mobile JKN benar-benar memberikan kemudahan bagi kami, terutama yang tinggal jauh dari akses pelayanan langsung. Dengan fitur-fitur yang lengkap, seperti pendaftaran pelayanan dan pengecekan status kepesertaan, saya merasa sangat terbantu." ungkap Chaerani.
Chaerani juga memberikan penjelasan lebih lanjut terkait pemanfaatan teknologi digital dalam Aplikasi Mobile JKN, yang kini telah menjadi salah satu solusi efektif dalam mempermudah akses layanan kesehatan baginya.
"Saya bisa memanfaatkan fitur antrean online untuk pelayanan kesehatan tanpa harus menunggu lama. Selain itu, fitur pengaduan juga mempermudah saya menyampaikan keluhan atau mencari solusi atas masalah yang saya hadapi terkait layanan kesehatan. Saya sangat bersyukur aplikasi ini tersedia dan berharap semakin banyak Masyarakat yang menggunakan Aplikasi Mobile JKN," tutur Chaerani.
MANOKWARI, JENDELABERITA.COM - BPJS Kesehatan terus berupaya memberikan pelayanan
kesehatan secara maksimal, salah satunya dengan memberikan kemudahan akses
layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebagai bagian
dari Program JKN, BPJS Kesehatan juga menyediakan berbagai layanan melalui
sistem yang terstruktur dan juga berjenjang. Sistem ini dirancang untuk
memberikan akses layanan kesehatan yang terjangkau dan merata bagi seluruh masyarakat di Indonesia.
Selama satu dekade, Program JKN telah membantu jutaan
masyarakat dalam memberikan perlindungan jaminan kesehatan bagi peserta JKN. Kemudahan
akses saat berobat juga sangat penting untuk dilakukan agar peserta bisa
mendapatkan layanan kesehatan dengan mudah dan cepat.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, dr. Dwi Sulistyono
Yudo menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan berusaha untuk memberikan layanan
kesehatan yang adil dan terjangkau melalui fasilitas kesehatan yang tersebar
diberbagai wilayah dengan pengelolaan yang sistematis dan terintegrasi.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan
dengan memastikan alur layanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan prosedur
yang berlaku, seperti mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP)
terlebih dahulu misalnya puskesmas, klinik atau dokter keluarga yang bekerja
sama dengan BPJS Kesehatan. Kemudian jika peserta membutuhkan pelayanan
kesehatan lanjutan, maka akan dirujuk ke rumah sakit oleh dokter umum di FKTP
sesuai dengan indikasi medis. Namun jika kondisi pasien gawat darurat, maka
bisa langsung ke IGD rumah sakit yang juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,”
pungkas Dwi.
Lebih lanjut Dwi juga menjelaskan mengenai inovasi digital
layanan kesehatan dalam meningkatkan tingkat kepuasan peserta JKN. Dalam hal
ini, BPJS Kesehatan menyediakan kanal-kanal layanan non tatap muka yang bisa
diakses dengan mudah oleh peserta JKN.
“Untuk kanal layanan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan
baik secara tatap muka atau non tatap muka kini bisa diakses dari mana saja dan
kapan saja seperti Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA), Aplikasi
Mobile JKN, Care Center 165, dan BPJS Kesehatan Online. Melalui kanal layanan
ini peserta dapat melakukan beberapa hal seperti mengecek status kepesertaan,
mencari lokasi faskes terdekat yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,
melakukan perubahan data kepesertaan, melakukan pendaftaran antrian online,
mengecek iuran BPJS, hingga melakukan pengaduan jika ada hal-hal yang tidak
sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan.” Jelas Dwi.
Dwi juga menambahkan bagi peserta JKN yang hendak berobat
kini tidak perlu repot-repot untuk menyiapkan berkas kelengkapan administrasi.
Ia mengatakan jika kini peserta bisa berobat cukup menggunakan Nomor Induk
Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Selain dari kanal-kanal layanan non tatap muka yang
dihadrikan untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan, kini saat berobat cukup
menggunakan NIK untuk proses administrasi sehingga peserta tidak perlu khawatir
dengan dokumen lain. Petugas dari fasilitas kesehatan yang terhubung dengan
BPJS Kesehatan akan langsung memverifikasi data peserta dengan sistem
elektronik. Hal ini sangat membantu, pasalnya peserta tidak perlu menunggu
waktu lama untuk proses administrasi. Namun perlu untuk dipastikan terlebih
dahulu status kepesertaan JKN nya harus aktif untuk memudahkan proses
selanjutnya,” ujar Dwi.
Kehadiran program JKN juga dirasakan manfaatnya oleh salah
satu peserta JKN, Sulistiyanto
Istifarulah. Ia mengatakan bahwa pelayanan BPJS Kesehatan kini semakin baik dan
luar biasa pelayanannya, dan ia sering menggunakan BPJS Kesehatan terutama saat
berobat.
“Kami
memang sering menggunakan BPJS Kesehatan, khususnya istri saya. Waktu itu istri
saya menjalani rawat inap hingga operasi karena sakit. Istri saya juga sedang
menjalani pengobatan saraf terjepit. Dan ternyata dengan menggunakan BPJS
Kesehatan sangat membantu karena untuk aksesnya cukup mudah dan tidak sulit,”
ucapnya
Sulistiyanto
juga menyebutkan fasilitas yang didapatkan ketika menjalani pengobatan sangat
memadai, sehingga ia merasa nyaman dan tidak perlu khawatir saat sedang dirawat
inap. Ia juga menambahkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh dokter dan
perawat sangat mumpuni dan cekatan dalam membantu setiap proses pengobatan.
“BPJS Kesehatan sangat membantu kami, bahkan ketika dirawat
inap kami pernah naik kelas dari kelas 1 ke VIP. Saya langsung bertanya saat di
pembayaran dan katanya masih tercover oleh BPJS Kesehatan dan kami tidak
mengeluarkan biaya sama sekali,” ujarnya.
Di akhir kesempatan, Sulisiyanto memberikan apresiasi dan
rasa terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah membantu memberikan
kemudahan akses pelayanan kesehatan bagi dirinya dan keluarga. Ia berharap agar
seluruh masyarakat di Indonesia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang
efektif dan efisien.
“Harapan saya kedepannya, BPJS Kesehatan senantiasa
memberikan pelayanan prima yang terbaik dan kiranya BPJS Kesehatan selalu
menjadi kepercayaan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat
Indonesia,” tutupnya.