MANOKWARI, JENDELABERITA.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari kini resmi mengalami perubahan kelembagaan yang bersejarah menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHPP).
Perubahan status kelembagaan ini dikukuhkan secara resmi melalui rapat senat terbuka yang digelar di Aston Niu Hotel, Manokwari, pada Selasa, 21 Juli 2026.
Rapat senat terbuka tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Provinsi Papua Barat, Kepala LLDIKTI Wilayah 14 Tanah Papua, rekan-rekan senator Provinsi Papua Barat, Ketua dan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Manokwari.
Hadir pula pimpinan DPRD Papua Barat, anggota DPR Papua Barat, anggota DPR Provinsi Papua Barat, Forkopimda Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta seperti Rektor Universitas Caritas Indonesia Profesor Robert Hammar dan Rektor Universitas Muhammadiyah Papua. Turut hadir pula Ketua STIH Kreatindo, pimpinan forum organisasi perangkat daerah (OPD), serta para tamu undangan.

Dalam momentum tersebut, pimpinan institusi menyampaikan rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas perjalanan panjang 51 tahun dan satu dekade yang telah dilewati oleh Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari. Perjalanan ini bermula dari fakultas ekstensi Universitas Hasanuddin Makassar, berkembang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan, hingga menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari, sebelum akhirnya resmi bertransformasi menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua.
“Hari ini kita akan mengakhiri jalan panjang STIH Manokwari dan menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua di Manokwari,” ujar Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum. dalam pidatonya.
Beliau juga mengenang perjalanan personalnya sejak diwisuda sebagai sarjana hukum di STIH Manokwari pada tahun 2003 bersama Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Manokwari dan Senator Yance Salampessy. Rasa keterikatan emosional yang mendalam serta panggilan hati mendorongnya untuk mendedikasikan diri memajukan pendidikan tinggi di kampus tersebut.
Diungkapkan pula bahwa membangun pendidikan yang bermutu dan berkualitas di tanah Papua bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan kerja keras, kolaborasi, serta dukungan dari semua pihak. Di tengah berbagai tantangan yang hampir membuat harapan sirna, tahun 2026 menjadi tahun mukjizat di mana peningkatan status kelembagaan ini akhirnya dapat terwujud.
Dengan telah diselesaikannya seluruh tugas dan tanggung jawab administratif pimpinan perguruan tinggi lama, disampaikan pula pesan penting bagi para civitas akademika dan mahasiswa:
-
Bagi Mahasiswa: Hari pelaksanaan rapat senat terbuka ini dicatat sebagai hari terakhir penggunaan nama Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari. Mulai hari berikutnya, seluruh aktivitas akademik berjalan dengan status baru di bawah naungan Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua.
-
Bagi Alumni: Para lulusan sarjana hukum yang merupakan alumni STIH Manokwari diminta untuk tetap bangga dengan identitas kelulusan mereka, sekaligus menyambut institut baru ini sebagai “ibu kandung” yang akan terus menaungi perkembangan pendidikan di tanah Papua.
Acara ditutup dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk terus bersatu dan berkarya bagi pembangunan pendidikan di tanah Papua, serta ucapan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat, para kepala daerah, dan seluruh civitas akademika atas dukungan pengabdian selama lebih dari setengah abad.(JB-01)


