RANSIKI, JENDELABERITA.com – Kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel) di Bumi Cenderawasih membuktikan bahwa pembangunan sejati tidak melulu soal semen dan aspal. Di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Satgas TMMD turut berinvestasi pada masa depan generasi muda Papua melalui pembinaan sumber daya manusia (SDM).
Pada Selasa (21/10/2026), Satgas TMMD Ke-130 turun langsung menyapa pemuda-pemudi Kampung Yamboi guna membuka wawasan mereka tentang peluang karier militer. Mereka diberikan sosialisasi secara mendalam mengenai proses rekrutmen prajurit Bintara dan Tamtama TNI Angkatan Darat (AD).
Dandim 1808/Mansel yang juga Dansatgas TMMD Ke-130, Letkol Czi Sunandar Parius, menegaskan bahwa kualitas SDM adalah kunci kemajuan daerah.
“Melalui program TMMD, kami ingin menghadirkan manfaat yang menyeluruh. Tidak hanya sarana dan prasarana seperti jembatan atau fasilitas umum yang kami bangun, tetapi kami juga harus membangun karakter dan keberanian generasi muda Papua untuk menyambut masa depan yang lebih cerah,” jelas Letkol Sunandar.
Misi tersebut dieksekusi di lapangan oleh Wadansatgas TMMD Ke-130, Kapten Inf Hendro. Dalam arahannya, Kapten Hendro berupaya mematahkan stigma bahwa anak pedalaman sulit bersaing meraih cita-cita. Ia meyakinkan para pemuda Yamboi bahwa peluang menjadi prajurit TNI terbuka lebar dan gratis tanpa pungutan biaya, asalkan mereka mau menyiapkan mental, fisik, dan administrasi.
“Jangan merasa terbatas karena tinggal di daerah pedalaman. Kesempatan mengabdi kepada negara melalui TNI AD adalah milik siapa saja yang punya kemauan keras dan kedisiplinan,” tutur Kapten Hendro menyemangati para peserta.
Antusiasme terlihat jelas dari raut wajah para pemuda Yamboi yang serius menyimak arahan tersebut. Lewat pendekatan humanis ini, TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel tak sekadar meninggalkan jejak berupa infrastruktur desa yang lebih baik, tetapi juga berhasil menanamkan benih harapan dan cita-cita di dada putra-putri Papua.(JB-01)
