RANSIKI, JENDELABERITA.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang digelar oleh Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel) membuktikan bahwa pengabdian prajurit tidak selalu identik dengan semen, aspal, maupun alat berat. Di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, keharmonisan antara TNI dan rakyat justru dirajut lewat ayunan parang dan sapu lidi saat membersihkan area gereja setempat, Selasa (21/10/2026).
Sejak pagi, personel Satgas TMMD dengan penuh semangat membabat rumput liar dan membersihkan pekarangan rumah ibadah yang menjadi pusat kegiatan spiritual warga Kampung Yamboi. Aksi gotong royong ini sengaja digagas sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kenyamanan dan kekhusyukan ibadah masyarakat.
Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel, Letkol Czi Sunandar Parius, mengungkapkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat adalah ruh utama dari pelaksanaan TMMD. Oleh karena itu, pendekatan sosial keagamaan menjadi sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur fisik.
“TMMD bukan hanya tentang membangun jalan, jembatan, rumah, dan fasilitas umum lainnya. Lebih dari itu, kami ingin membangun kedekatan, kepedulian, serta mempererat hubungan kekeluargaan. Membersihkan rumah ibadah merupakan salah satu wujud nyata pengabdian tersebut,” jelas Letkol Sunandar.
Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran sentral sebagai wadah pemersatu warga Kampung Yamboi. TNI hadir untuk memastikan fasilitas tersebut terjaga kelayakannya sehingga jemaat merasa aman dan nyaman saat beribadah.
“Melalui kegiatan pembersihan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman, aman, dan penuh kekhusyukan,” imbuh Dansatgas.
Aksi bersih-bersih gereja ini menjadi bukti konkret bahwa kehadiran Satgas TMMD ke-130 di Kabupaten Manokwari Selatan bukan sekadar menjalankan tugas komando, melainkan hadir sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat setempat yang membawa rasa aman, nyaman, dan kebahagiaan.(JB-01)
