RANSIKI, JENDELABERITA.com — Tekanan waktu kian mendesak jajaran Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mansel menggenjot seluruh perangkat daerah untuk merampungkan dokumen perencanaan strategis paling lambat Jumat pekan ini. Langkah maraton ini dilakukan menyusul ditetapkannya nomor Perda RPJMD yang menjadi panduan utama pembangunan daerah.
Kepala Litbang Bappeda Kabupaten Manokwari Selatan, Chistofol Mandacan, secara blak-blakan menyoroti masih adanya sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum menyerahkan dokumen pendampingan Rencana Strategis (Renstra) secara terinci. Padahal, dokumen tersebut memegang peranan krusial sebagai cetak biru seluruh program kerja.
“Untuk RKA terinci ini kita himbau untuk pimpinan OPD itu wajib. Karena RKA terinci itu menggambarkan setiap pekerjaan yang kita kerjakan lewat program yang tertuang dalam RPJMD dan Renstra.”
Menurut Chistofol, baru segelintir instansi yang menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam menuntaskan tugas tersebut, di antaranya Dinas Sosial, Satpol PP, BPBD, serta beberapa puskesmas seperti Puskesmas Oransbari, Momiwaren, dan Taota. Sementara itu, bagi instansi lainnya, pihak Bappeda terpaksa harus bekerja ekstra lembur hingga malam hari demi mengejar target penutupan dokumen yang dijadwalkan rampung akhir pekan ini.
“Kalau di data tadi, kalau misalnya bisa sampai tiga atau empat (dinas) kita siap untuk kelarkan. Sementara ini baru yang masuk dari Dinas Sosial. Malam kita siap sampai harus selesai karena waktunya cuma sampai hari Jumat,” tegas Chistofol saat memberikan keterangan eksklusif.
Lebih lanjut, Bappeda Mansel memperingatkan bahwa kelambanan dalam penyerahan dokumen Renstra dan RKA terinci ini dikhawatirkan akan memicu efek domino, yakni terhambatnya sinkronisasi jadwal penetapan perubahan anggaran hingga proses pembahasan APBD Induk Tahun 2027 yang telah dikoordinasikan bersama pihak Provinsi Papua Barat.
Dengan sisa waktu yang amat singkat, bola salju kini berada di tangan para kepala OPD di lingkungan Pemkab Manokwari Selatan untuk segera merapatkan barisan, menyelesaikan tugas administratif, dan menyelamatkan agenda pembangunan daerah dari ancaman keterlambatan.(JB-01)
