Kesehatan
Beranda / Kesehatan / Sentuh Masyarakat Langsung, Dinkes PB Gelar Bakes di Kampung Mubri hingga Sasar Eliminasi Penyakit Lintas Batas

Sentuh Masyarakat Langsung, Dinkes PB Gelar Bakes di Kampung Mubri hingga Sasar Eliminasi Penyakit Lintas Batas

MANOKWARI, JENDELABERITA.com – Rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 tahun 2026 diisi dengan berbagai agenda yang berfokus pada aksi sosial. Pada Sabtu (7/11/26), Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat menggelar penyerahan bantuan dan pelayanan kesehatan yang dipusatkan di Yayasan Meriba Papua Sejahtera, Panti Asuhan Kristen Fajar Timur Manokwari – Papua Barat, di Kampung Mubri, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, Sp.B, FINACS, menegaskan bahwa pada HKN tahun ini, pihaknya sengaja mengurangi acara seremonial agar bisa memfokuskan sumber daya pada kegiatan yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat, termasuk anak-anak dan balita.

Di samping aksi sosial penyerahan bantuan di panti asuhan, dr. Alwan mengungkapkan bahwa Dinkes Papua Barat juga menjalankan program-program deteksi dini berskala besar. Salah satunya adalah pemeriksaan Pap Smear yang dikhususkan bagi ibu-ibu Pegawai Negeri Sipil (PNS) bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Kita melihat angka kanker serviks itu tinggi. Jadi kita mulai dari deteksi dini dengan pemeriksaan Pap Smear dan nanti dilanjutkan oleh dokter spesialis kandungan. Jika memang ada yang dicurigai sebagai pre-cancer, kita bisa langsung lakukan tindakan berikutnya,” jelas dr. Alwan.

DPR Papua Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Sekda Tekankan Optimalisasi Kinerja SKPD

Tak hanya itu, angle penanganan kesehatan HKN tahun ini juga meluas pada upaya eliminasi penyakit endemik seperti AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM), serta penyakit Kusta. Dinkes telah merangkul tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat untuk mempercepat eliminasi penyakit tersebut.

Bahkan, dr. Alwan menjelaskan bahwa telah dibangun kesepakatan lintas perbatasan dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya di Sorong. “Bukan hanya malaria saja, tetapi penyakit ATM dan Kusta ini harus kita jaga dan turunkan bersama-sama. Sehingga masyarakat di perbatasan Papua Barat Daya, maupun perbatasan Papua Barat dengan daerah lainnya menuju Nabire dapat terlindungi dengan baik,” tegasnya.