RANSIKI, JENDELABERITA.com – Hari Minggu (25/10/2026) rupanya tidak menjadi hari libur bagi pengabdian Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki. Memasuki hari ke-12 pelaksanaannya, wajah kemanunggalan TNI dan rakyat terekam jelas melalui berbagai aksi humanis yang menyasar kebutuhan fisik, sosial, dan rohani warga setempat.
Di pagi hari, suasana khidmat menyelimuti Gereja Yamboi saat prajurit TNI duduk berdampingan dengan warga mengikuti ibadah yang dipimpin Gembala Lazarus Mandacan. Momen ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan sarana efektif meruntuhkan sekat dan memperkuat jalinan emosional antara aparat kewilayahan dengan masyarakat sipil yang telah bahu-membahu bekerja sepanjang pekan.
Sisi humanis prajurit semakin tergambar kala mereka merespons kesulitan warga rentan. Mengetahui Gemu Mandacan, kakek berusia lebih dari satu abad, kesulitan beraktivitas, para anggota Satgas dengan sigap membantunya mengumpulkan kayu bakar untuk keperluan dapur. Bantuan tulus ini memancarkan pesan kuat bahwa TMMD senantiasa hadir memberikan manfaat langsung, sekecil apa pun bentuknya.
Sementara itu, progres pembangunan fisik tak luput dari perhatian. Di bawah komando Wadan Satgas TMMD, Kapten Inf Hendro, personel TNI menggandeng masyarakat lokal untuk memetakan rumah-rumah rusak yang mendesak untuk direnovasi. Keterlibatan warga dalam pendataan RTLH ini memastikan perbaikan tepat sasaran dan selaras dengan skala prioritas.
Melalui pendekatan menyeluruh di hari ke-12 ini, program TMMD Ke-130 terbukti telah menjadi motor penggerak tidak hanya bagi kemajuan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai pilar penjaga kerukunan, toleransi, dan kepedulian sosial di Manokwari Selatan.
(JB-01)
