MANOKWARI, JENDELABERITA.COM – DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Manokwari menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Pengelolaan Aset Kampung berbasis digital. Kegiatan yang melibatkan 164 operator kampung ini dipusatkan di Swiss-Belhotel Manokwari, 15-17 Juli 2026.
Pelatihan ini difokuskan pada implementasi aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Aset Desa (SIPADES) versi 3.0. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh aset kampung terdata secara akuntabel dan transparan.
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Manokwari, Aswandi, menegaskan bahwa digitalisasi aset merupakan upaya strategis pemerintah dalam menata kelembagaan kampung.
“Kegiatan ini bagian dari upaya kita membuat kelembagaan kampung semakin tertib. Seluruh pembelanjaan aset ke depan akan kita inventarisir. Tidak boleh lagi ada klaim kepemilikan pribadi atas aset yang dibeli dengan dana negara,” tegas Aswandi saat dikonfirmasi, Rabu (15/07/26).
Aswandi mengakui bahwa tantangan utama di lapangan adalah keterbatasan kapasitas teknis operator. Oleh karena itu, ia menjamin pihak dinas tidak akan lepas tangan setelah Bimtek berakhir.
“Kami sadar kapasitas operator beragam, makanya pelatihan ini adalah langkah awal. Kami akan senantiasa melakukan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan proses penginputan data di aplikasi berjalan lancar,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Melijon Appono, menjelaskan bahwa 164 peserta yang hadir merupakan operator dari setiap kampung di Kabupaten Manokwari.
“Tujuan besarnya adalah mewujudkan tata tertib administrasi yang lebih baik. Kami berharap melalui SIPADES 3.0, pengelolaan aset di kampung-kampung kita menjadi lebih terukur, transparan, dan mendukung pelayanan publik yang prima,” pungkas Melijon.
Kegiatan pembukaan Bimtek tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Manokwari, pengurus APDESI, serta tim narasumber dari PT Lawangsewu Teknologi Jakarta.(JB-01)


