RANSIKI, JENDELABERITA.com – Pawai obor fajar Paskah di Kabupaten Manokwari Selatan berlangsung khidmat dan penuh sukacita, sebagai simbol perayaan kebangkitan Yesus Kristus.
Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah Manokwari Selatan, Adolof Kawey, SH, dengan titik start dari Kantor Klasis Ransiki.
Rute pawai melintasi sejumlah gereja, di antaranya Gereja Petrus Abreso, Gereja Yoas Rumayomi, Gereja Maranatha Yamboi Mukti, Gereja Bethesda, hingga kawasan Pantai Ransiki dan Kampung Abreso, sebelum berakhir di Jalan Sujarwo Condronegoro.
Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, S.IP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pawai obor bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki makna spiritual sebagai simbol kemenangan iman.

“Obor yang kita nyalakan bukan sekadar tradisi, tetapi simbol cahaya Kristus yang bangkit mengalahkan kegelapan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antar-denominasi gereja di bawah naungan BKAG.
“Pawai obor ini mencerminkan keharmonisan. Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat persaudaraan dan menjaga kebersamaan di Manokwari Selatan,” katanya.
Selain itu, Bupati mengapresiasi kerja keras panitia dan mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Rayakan Paskah dengan penuh sukacita, tetapi tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa makna kebangkitan Kristus harus menjadi energi baru bagi masyarakat dalam membangun daerah.
“Kebangkitan ini harus memotivasi kita untuk bekerja lebih giat demi kemajuan dan kemandirian daerah,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Bernard Mandacan menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada seluruh umat Kristiani di Kabupaten Manokwari Selatan.
“Semoga damai dan terang Paskah senantiasa menyertai setiap langkah hidup kita,” tutupnya.(JB-1)
Narasumber:
- Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan
- Sekda Manokwari Selatan, Adolof Kawey


