RANSIKI, JENDELABERITA.com — Membangun sebuah daerah tak melulu soal menyemen jalan atau mendirikan pos kamling. Jauh lebih penting dari itu adalah membangun fondasi manusianya. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel.
Di sela-sela debu dan peluh pengerjaan sasaran fisik, prajurit TNI berseragam loreng ini menyempatkan diri masuk ke ruang-ruang kelas. Pada Selasa (20/10/2026), giliran siswa-siswi SMA Negeri 1 Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, yang mendapat “suntikan” motivasi dan wawasan kebangsaan dari Satgas TMMD.
Adalah Serka Daru, anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel yang hari itu beralih peran sejenak menjadi seorang tenaga pendidik. Ia tak membawa senjata, melainkan membawa pesan kuat tentang persatuan dan masa depan bangsa.
Dengan gaya komunikasi yang luwes namun tegas khas prajurit, Serka Daru menggembleng mental para pelajar. Ia menyadarkan para siswa bahwa di pundak merekalah masa depan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dititipkan.
“Kalian adalah ujung tombak bangsa. Pemahaman tentang rasa cinta tanah air dan pengamalan Pancasila bukan sekadar hafalan, tapi harus hidup dalam keseharian kalian. Generasi yang berkarakter dan disiplin adalah benteng terkuat negara ini,” tegas Serka Daru di hadapan para pelajar yang menyimak dengan serius.
Langkah strategis Kodim 1808/Mansel melalui sasaran nonfisik TMMD ini menuai apresiasi. Memasukkan doktrin cinta tanah air di tengah gempuran arus informasi digital saat ini dinilai sebagai langkah yang sangat tepat.
Program ini membuktikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat Manokwari Selatan bukan sebatas agen pembangunan infrastruktur desa, melainkan juga sebagai arsitek peradaban dan pembangun karakter generasi muda penerus bangsa.
Sesuai dengan spiritnya: Membangun Desa, Membangun Generasi, Memperkuat Persatuan Bangsa—TNI benar-benar membuktikan bahwa mereka hadir dan mengabdi seutuhnya untuk rakyat. (JB-01)
