Hukum & Kriminal
Beranda / Hukum & Kriminal / Sisi Humanis TMMD ke-130 Mansel: Tinggalkan Sejenak Alat Berat, Prajurit TNI dan Persit Hibur Anak-Anak Yamboi

Sisi Humanis TMMD ke-130 Mansel: Tinggalkan Sejenak Alat Berat, Prajurit TNI dan Persit Hibur Anak-Anak Yamboi

RANSIKI, JENDELABERITA.com — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) identik dengan pengerjaan proyek fisik yang menguras keringat, seperti pembukaan jalan hingga pengecoran jembatan. Namun, ada sisi lain yang tak kalah menyentuh dari pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.

Di balik debu dan bisingnya aktivitas pembangunan, terselip sebuah pemandangan humanis yang menghangatkan hati pada Selasa (20/10/2026). Para prajurit Satgas TMMD bersama anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XVII Kodim Mansel tampak sejenak menanggalkan ketegangan kerja untuk berbaur, tertawa, dan menari bersama anak-anak Kampung Yamboi.

Alih-alih canggung dengan prajurit berseragam, anak-anak desa tersebut justru tampak sangat antusias. Mereka menari dengan riang, diiringi gelak tawa yang memecah keheningan kampung. Kehadiran ibu-ibu Persit yang turut membaur semakin menambah kental suasana kekeluargaan di lokasi tersebut.

Bagi personel Satgas TMMD ke-130, pembangunan non-fisik berupa ikatan emosional sama pentingnya dengan pembangunan fasilitas umum seperti jalan, MCK, dan penyediaan air bersih yang sedang mereka kerjakan.

Keterlibatan Persit KCK Cabang XVII Kodim Mansel di lapangan juga menjadi bukti nyata kepedulian organisasi istri prajurit tersebut terhadap kondisi psikologis dan kebahagiaan anak-anak di daerah sasaran TMMD. Sentuhan kasih sayang yang diberikan sukses menciptakan ruang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk berekspresi.

Sisi Lain TMMD ke-130 di Mansel: Sentuhan Kasih Persit dan Prajurit Hadirkan Tawa Anak-Anak Yamboi

Kegembiraan yang terpancar dari wajah anak-anak Kampung Yamboi hari ini menjadi bukti bahwa TNI hadir bukan hanya sebagai abdi negara yang membangun infrastruktur, tetapi juga sebagai sahabat, kakak, dan orang tua bagi masyarakat.

Semangat kebersamaan yang terekam di Manokwari Selatan ini menegaskan satu hal: bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kokohnya jembatan atau mulusnya jalan yang dibangun, tetapi juga dari senyum kebahagiaan dan harapan yang ditanamkan di hati generasi penerusnya. (JB-01)