RANSIKI, JENDELABERITA.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) selalu identik dengan pembukaan akses jalan atau pembangunan fasilitas umum. Namun, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel membuktikan bahwa pembangunan seutuhnya tidak melulu soal semen dan batu, melainkan juga investasi pada kesehatan generasi penerus.
Di Kampung Yamboi, Kabupaten Manokwari Selatan, kehadiran prajurit TNI membawa angin segar bagi kesadaran kesehatan warga. Menyadari risiko tinggi paparan debu dan asap di lingkungan sekitar, Satgas TMMD mengambil langkah preventif dengan mengedukasi anak-anak dan warga setempat untuk mencegah ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Pendekatan yang dilakukan prajurit di lapangan pun sangat humanis. Mereka tidak sekadar membagikan masker, tetapi langsung mempraktikkan cara penggunaan yang benar agar hidung dan mulut tertutup sempurna. Hal ini menjadi benteng pertahanan pertama, mengingat anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terserang penyakit pernapasan.
Selain edukasi masker, kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) turut digencarkan. Masyarakat diajak untuk menjadikan cuci tangan dengan sabun sebagai kebiasaan wajib, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari area dengan polusi udara tinggi.
Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel, Letkol Czi Sunandar Parius, menggarisbawahi bahwa kesejahteraan masyarakat harus dibangun secara holistik, mencakup dimensi fisik maupun sosial-kesehatan.
“Kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata. Pembangunan fisik harus sejalan dengan kegiatan sosial yang secara langsung mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Letkol Sunandar.
Langkah taktis dan kepedulian Satgas TMMD 130 di Kampung Yamboi ini mempertegas roh dari TMMD itu sendiri: Kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya tentang membangun desa yang maju secara infrastruktur, tetapi juga memastikan warganya sehat dan siap menyongsong masa depan yang lebih baik.(JB-01)
