RANSIKI, JENDELABERITA.com — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel) rupanya tak melulu soal semen, pasir, jalan, dan jembatan. Di balik pengerjaan infrastruktur fisik, terselip sisi humanis yang menyentuh hati di pedalaman Papua Barat.
Pemandangan hangat itu terekam jelas di Kampung Yamboi pada Minggu (18/10/2026). Kesan kaku dan garang dari seorang prajurit militer seketika luntur saat Sertu Nixon, anggota Satgas TMMD ke-130, mengambil peran memimpin ibadah bersama anak-anak di kampung tersebut.
Tanpa canggung, Sertu Nixon membaur di tengah kepolosan anak-anak Kampung Yamboi. Ibadah yang berlangsung sederhana itu dipenuhi dengan suasana keakraban, tawa ceria, dan interaksi layaknya seorang bapak yang tengah mendidik anak-anaknya.
Bukan tanpa alasan, pendekatan emosional ini sengaja dilakukan Satgas TMMD untuk menanamkan pondasi moral yang kuat. Melalui momen ibadah bersama ini, anak-anak diajarkan tentang nilai-nilai keimanan, kasih sayang, kebersamaan, dan pentingnya hidup saling menghormati sejak usia dini.
Tak hanya itu, kehadiran personel TNI di tengah-tengah generasi muda ini juga membawa misi sebagai pendorong motivasi. Satgas TMMD berharap perhatian kecil ini bisa memacu semangat anak-anak Kampung Yamboi untuk terus rajin beribadah, gigih belajar, dan berani menggantungkan cita-cita setinggi langit.
Apa yang dilakukan Sertu Nixon dan rekan-rekannya ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat menyentuh berbagai aspek kehidupan. Membangun desa tidak sekadar mengubah wajah fisik suatu wilayah melalui perbaikan fasilitas umum, melainkan juga membangun mental, spiritual, dan kedekatan emosional warganya.
Hari itu, senyum tulus dan antusiasme yang terpancar dari wajah anak-anak Kampung Yamboi menjadi saksi bisu. Bahwa di balik seragam loreng yang dibanggakan, kehadiran prajurit TNI mampu menghadirkan kehangatan dan rasa aman di tengah denyut kehidupan masyarakat.(JB-01)
