Pemerintahan Politik
Beranda / Politik / Ancaman Asap Karhutla Diprediksi Bertahan hingga 2027, Ketua DPR Papua Barat Desak Kesiapan Anggaran Darurat

Ancaman Asap Karhutla Diprediksi Bertahan hingga 2027, Ketua DPR Papua Barat Desak Kesiapan Anggaran Darurat

MANOKWARI, JENDELABERITA.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat, Orgenes Wonggor, memperingatkan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar saat ini berpotensi berlanjut hingga tahun 2027. Ia mendesak pihak eksekutif dan legislatif untuk segera menyusun langkah mitigasi proaktif dan memastikan ketersediaan alokasi Dana Tak Terduga (DTT) untuk tahun anggaran mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Orgenes usai menghadiri Briefing Modifikasi Cuaca di Lounge VIP Bandara Udara Rendani, Manokwari, Rabu (14/10/26). Menurutnya, pemerintah tidak boleh lagi menerapkan pola reaktif yang baru sibuk mencari solusi ketika krisis sudah terjadi.

“Karena dampaknya (kebakaran) ini sangat besar, penanganannya tidak hanya bisa diselesaikan di tahun 2026 saja, tetapi akan sampai di tahun 2027. Kita harus siap dan anggaran antisipasi harus dipastikan tersedia,” tegas Orgenes.

Meskipun belum merinci besaran pasti alokasi DTT untuk penanganan bencana tahun ini, ia memastikan bahwa pos anggaran darurat selalu disiapkan pemerintah. Pengalaman menghadapi darurat kabut asap tahun ini dinilainya harus menjadi evaluasi utama agar arah kebijakan pemerintah ke depan lebih antisipatif terhadap bencana mendadak.

Krisis kabut asap saat ini telah meluas menjadi isu lintas negara. Orgenes mengungkapkan bahwa sebagian kabut asap yang menyelimuti wilayah Papua Barat merupakan kiriman dari negara tetangga, Papua Nugini (PNG), sehingga menciptakan dampak lintas wilayah yang luar biasa.

Padamkan Titik Api Karhutla, Papua Barat Gelar Operasi Modifikasi Cuaca ‘Pemanggil Hujan’

Di tengah peringatan mengenai ancaman jangka panjang tersebut, Orgenes tetap memberikan apresiasi atas respons cepat pemerintah daerah dan pusat. Ia menilai langkah operasi modifikasi cuaca yang tengah berlangsung merupakan intervensi penanganan yang sangat baik. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung upaya tersebut, dengan harapan curah hujan buatan dalam beberapa hari ke depan mampu mengurai pekatnya kabut asap di langit Papua Barat. (JB-01)