Hukum & Kriminal
Beranda / Hukum & Kriminal / Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Tradisi Arfak Warnai Pembukaan TMMD ke-130 di Mansel

Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Tradisi Arfak Warnai Pembukaan TMMD ke-130 di Mansel

RANSIKI, JENDELABERITA.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) resmi bergulir. Namun, ada pemandangan menarik yang sarat makna kebangsaan sebelum upacara pembukaan dimulai di Lapangan Garuda Ransiki, Jl. Sujarwo Condronegoro, SH, Distrik Ransiki, Selasa (13/10/2026).

Sebuah potret kemanunggalan dan sinergi tanpa sekat terlihat jelas saat prosesi penyambutan adat Suku Arfak digelar. Momen ini dipersembahkan khusus untuk Wakil Bupati Mansel, Mesak Inyomusi, S.E., M.M., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus merupakan representasi putra asli Arfak yang memimpin di wilayah tersebut.

Dalam suasana penuh rasa kekeluargaan dan saling menghormati, Komandan Kodim (Dandim) 1808/Mansel, Letkol Czi Sunandar Parius Sudarmono, S.E., M.I.P., M.M., secara langsung mengalungkan manik-manik khas Papua dan memakaikan mahkota adat kepada Wakil Bupati.

Bagi institusi loreng hijau, prosesi ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud nyata kepatuhan prajurit terhadap nilai “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” TNI menegaskan komitmennya bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat Mansel tidak hanya untuk membangun infrastruktur desa, tetapi juga untuk merawat dan melebur bersama kebudayaan lokal.

Penyambutan adat ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa kesuksesan TMMD ke-130 sangat bergantung pada gotong royong lintas sektoral. Kebersamaan antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, tokoh adat, hingga masyarakat akar rumput menjadi modal utama dalam mewujudkan percepatan pembangunan di Manokwari Selatan.

Bangun Kampung Yamboi, Babinsa Ransiki Rangkul Masyarakat Adat Sukseskan TMMD ke-130

Pemandangan di Lapangan Garuda Ransiki hari ini menjadi miniatur nyata dari kebesaran Indonesia. Meski berangkat dari latar belakang suku, budaya, dan bahasa yang berbeda, seluruh elemen masyarakat dapat bersatu padu menyukseskan program pembangunan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.(JB-01)