MANOKWARI, JENDELABERITA.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua Barat terus memperkuat penertiban dan edukasi kepada masyarakat usai pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Dirlantas Polda Papua Barat, Arief Bhatiar, mengatakan bahwa secara umum terjadi penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jumlah kecelakaan menurun dari 8 kasus pada 2025 menjadi 7 kasus pada 2026. Ini menunjukkan adanya peningkatan pengawasan dan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk media dan masyarakat yang turut berperan dalam menyukseskan Operasi Ketupat.
Meski demikian, pihaknya tetap memberi perhatian terhadap tingkat fatalitas kecelakaan yang masih perlu ditekan melalui langkah-langkah lanjutan.
Sebagai tindak lanjut, Ditlantas Polda Papua Barat kini mengintensifkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) guna menekan angka pelanggaran lalu lintas.
Dalam penertiban tersebut, petugas masih menemukan sejumlah pelanggaran seperti tidak menggunakan helm, tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan, hingga kendaraan tanpa pelat nomor.
“Sebanyak 16 kendaraan kami tindak dalam kegiatan penertiban,” katanya.
Arief menegaskan, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan berkendara sekaligus mendorong masyarakat agar lebih disiplin di jalan.
“Kami terus mengingatkan bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ditlantas Polda Papua Barat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan ke depan.
(JB-1)
Narasumber:
Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol Arief Bhatiar, S.I.K., M.M


